“All The Things We Never Said”, In Inertia Suguhkan Atmosfer Post-Rock di Hetero Space

Hetero Space menjadi saksi digelarnya showcase In Inertia bertajuk “All The Things We Never Said” pada Sabtu (6/12). Acara ini menjadi momen penting bagi In Inertia, band instrumental beraliran post-rock asal Jakarta yang digawangi oleh pasangan suami istri, Annisa Utami dan F.A. Poetra Tiarda, dalam merayakan karya yang telah mereka rilis pada Februari lalu.

Penampilan In Inertia dalam showcase “All The Things We Never Said” (dokumentasi oleh Ilham)

Tak henti-hentinya, antusiasme para penonton mulai terasa dengan hadirnya para penikmat musik yang memenuhi area pertunjukan. Sejak awal pertunjukan, para penikmat musik larut dalam alunan komposisi instrumental In Inertia yang emosional. Hal tersebut turut didukung oleh penataan panggung yang menarik, dengan ornamen bunga yang menghiasi area sekitar panggung. Annisa Utami menjelaskan bahwa konsep yang diusung In Inertia adalah dream scape. “Melihat langsung tempatnya di Hetero Space, kami langsung merasa ini benar-benar dream place,” tuturnya.

Penampilan band lokal yang turut memeriahkan showcase In Inertia (dokumentasi oleh Ilham)

Tak hanya penampilan utama, gigs ini juga semakin semarak dengan kehadiran sejumlah band lokal yang turut tampil, di antaranya Sadstory on Sunday, Marryane, dan SURN. Masing-masing musisi menghadirkan warna musikalnya sendiri, memperkaya keseluruhan rangkaian acara. Dengan kehadiran para musisi lokal ini sekaligus menunjukkan semangat kolaborasi dan solidaritas dalam ekosistem musik independen.

Showcase “All The Things We Never Said” pun menjadi penutup malam yang berkesan, sekaligus memperkenalkan In Inertia sebagai salah satu band post-rock yang konsisten menghadirkan karya yang unik dan berbeda. Melalui showcase ini, Hetero Space kembali menegaskan perannya sebagai ruang temu bagi musisi dan penikmat musik independen untuk berekspresi dan bereksplorasi.

Share: